google-site-verification: googlee14e3409d2fcbac7.html

Friday, December 22, 2017

Untuk Para Ibu di Seluruh Negeri Ini


Hasil gambar untuk gambar ibuAda sebuah kisah tentang seorang ibu yang memberi nasehat kepada putranya,"Wahai putraku, duduklah, aku akan memberikan pesanku kepadamu, semoga Allah SWT memberikan taufik-Nya kepadamu.Wahai anakku, janganlah kamu suka mengadu domba, karena adu domba itu menanamkan permusuhan dan memisahkan antara orang-orang yang berkasih sayang.Janganlah kamu membuka aib orang lain dan menjadikannya tujuan, kecuali engkau mengucapkannya untuk melemahkan kekuatan adu domba.
Hendaklah engkau dermawan dalam agamamu dan janganlah engkau kikir dengan hartamu. Jika engkau memuji pujilah orang yang dermawan hingga hatinya lembut karena pujianmu, janganlah memuji orang yang angkuh karena ia adalah batu yang tak akan mengeluarkan air. 
Lakukan kebaikan sebagaimana orang lain berbuat baik kepadamu.Jika orang lain berbuat jahat kepadamu, maka jauhilah, sesungguhnya seseorang itu tidak melihat aib yang ada pada dirinya.

Seorang ibu adalah sekolah yang pertama kali dirasakan oleh seorang anak, jika ia baik maka insya Allah baik pula sang anak, akan tetapi jikalau dia buruk maka jangan berharap anak akan menjadi baik.Pertanyaannya adalah apakah setiap ibu di negeri ini memiliki komitmen yang jelas tentang ahlak setiap anak-anaknya sebagaimana kisah di atas?.

Alangkah tertibnya negara ini jikalau kaum ibu di negeri ini mampu menjadi penjaga-penjaga bagi para suami-nya yang pejabat negara, yang aparat kepolisian, yang menjadi prajurit pengawal bangsa ini atau pun yang pengusaha, bisa dipastikan negara ini tidak akan memerlukan KPK untuk mengurus tikus-tikus yang terus menggerogoti keuangan negara.

Alangkah bahagianya seandainya kaum ibu di negeri ini mampu menyebarkan "kasih sayangnya" kepada seluruh komponen negeri ini, tentunya itu akan sangat membantu pemerintah dalam menanggulangi kenakalan remaja dan narkoba. 

Seorang ibu memiliki peran yang amat penting dan mendasar di dalam mengatasi seluruh permasalahan yang terjadi di negara ini, bagaimana tidak! jika tiap ibu di setiap rumah memiliki komitmen tentang pembinaan ahlak anak-anaknya, dari satu rumah menjadi satu RT, kemudian Satu RW lalu satu kelurahan lalu satu kecamatan, kabupaten dan seterusnya sampai akhirnya ibu-ibu satu negara ini menjadi pembina dan penjaga ahlak anak-anaknya, bisa dibayangkan akan tercipta generasi bangsa yang memiliki ahlak terpuji di semua bidang, tentunya hal ini akan menciptakan tatanan budaya yang tertib dan damai.

Untuk yang kesekian kalinya 22 Desember kita rayakan sebagai Hari Ibu, sudah saatnya kaum ibu kembali ke khittahnya, kembali kepada fitrahnya untuk menjadi penjaga ahlak negeri ini, tanpa harus kehilangan kebebasan menjadi apapun.
Selamat Hari Ibu
Ahmad Ginanto
gambar from www.tutorialaplikasi.com

No comments:

Post a Comment